KabarJawa.com – Pada Senin pagi, 16 Februari 2026, terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 1 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Peristiwa tersebut mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak dan terekam jelas oleh alat pemantau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan bagian dari dinamika suplai magma yang masih berlangsung di tubuh Merapi.
Kronologi Awan Panas Guguran Puncak Merapi
Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi melalui sistem MAGMA-VAR, awan panas guguran terjadi pada pukul: 08.04 WIB dengan estimasi jarak luncur: 1.000 meter, amplitudo maksimum: 6,53 mm berdurasi: 131 detik ke arah luncur: Barat daya (hulu Kali Krasak)
Petugas mencatat sinyal kegempaan yang konsisten dengan karakter awan panas guguran. Aktivitas ini menunjukkan bahwa material lava di puncak Merapi masih terus mengalami ketidakstabilan dan berpotensi meluncur sewaktu-waktu.
Agus Budi Santosa menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas secara intensif selama 24 jam penuh. Ia menegaskan bahwa suplai magma yang masih aktif dapat memicu awan panas guguran susulan di sektor yang sama.
Dalam periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, aktivitas vulkanik Merapi tercatat cukup tinggi.
Petugas melaporkan cuaca mendung dan hujan di sekitar puncak. Angin bertiup lemah ke arah timur dengan suhu udara 18,4–20,4 °C.
Kelembaban udara mencapai 94–99 persen, sementara tekanan udara berkisar 870,7–913,4 mmHg. Curah hujan tercatat 38 mm per hari. Kondisi hujan ini meningkatkan potensi bahaya lahar hujan di alur sungai berhulu di Merapi.
Pengamat melihat gunung dengan jelas. Mereka tidak mencatat adanya asap kawah selama periode tersebut.
Petugas mencatat 45 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–28 mm dan durasi 33,38–172,83 detik, 6 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3–24 mm, S-P 0,5–0,7 detik, dan durasi 19,35–29,48 detik.
“Data ini menunjukkan aktivitas pergerakan material dan dinamika fluida magma yang masih intens di dalam tubuh gunung,” ujarnya.
- Guguran Lava Capai 1,7 Kilometer
Pengamat juga mencatat aktivitas guguran lava dengan rincian 13 kali guguran ke arah barat daya (Kali Sat/Putih) sejauh maksimal 1.700 meter, 3 kali guguran ke arah Kali Krasak sejauh maksimal 1.600 meter dan 2 kali guguran ke arah Kali Bebeng sejauh maksimal 1.300 meter.
Rangkaian aktivitas ini menegaskan bahwa sektor selatan hingga barat daya masih menjadi zona dominan pergerakan material vulkanik.
Status Gunung Merapi Tetap Level III (Siaga)
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempertahankan status Level III (Siaga) untuk Gunung Merapi.
Pihak berwenang menetapkan potensi bahaya sebagai berikut sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km kemudian sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km, sungai Gendol sejauh maksimal 5 km dan lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak jika terjadi letusan eksplosif.
Agus Budi Santosa meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya. Ia juga mengingatkan warga untuk mewaspadai lahar hujan dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Merapi.
Data pemantauan deformasi, kegempaan, dan visual menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung secara aktif. Kondisi ini berpotensi memicu guguran lava maupun awan panas guguran tambahan dalam beberapa waktu ke depan.
Petugas menegaskan bahwa mereka akan segera meninjau ulang tingkat aktivitas apabila terjadi perubahan signifikan. Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Merapi pada awal pekan ini, kewaspadaan menjadi kunci utama keselamatan.
Otoritas memastikan bahwa sistem pemantauan bekerja optimal dan informasi akan terus diperbarui secara berkala demi melindungi masyarakat di sekitar lereng Merapi.(ef linangkung)
Agen234
Agen234
Agen234
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita