KabarJawa.com – Baru-baru ini, warga masyarakat Grobogan dihebohkan dengan kondisi terkini Api Abadi Mrapen. Pasalnya, ikon wisata legendaris yang dipercaya telah menyala selama ratusan tahun itu dilaporkan padam.
Fenomena ini kemudian membuat kecewa banyak wisatawan yang sudah jauh-jauh datang ke lokasi. Rupanya, istilah “tiada yang abadi” benar-benar terjadi pada situs budaya yang sering digunakan untuk pengambilan api obor pekan olahraga nasional (PON) hingga Waisak tersebut.
Pihak berwenang juga telah mengungkap bahwa padamnya api Mrapen kali ini disebabkan oleh masalah teknis pada jalur gas alamnya.
Bagi Anda yang ingin memahmai lebih dalam soal fenomena ini, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah kronologi lengkapnya.
Kronologi Padamnya Api (2025-2026)
Mulai Meredup Akhir Tahun 2025
Berdasarkan kabar yang beredar, tanda-tanda padamnya api sebenarnya sudah terlihat sejak penghujung tahun 2025. Saat itu, nyala api Mrapen mulai terlihat meredup dan tidak sebesar biasanya.
Petugas dan warga sekitar awalnya menduga kondisi ini disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Grobogan.
Padam Per 1 Januari 2026
Kemudian, tepat pada awal tahun baru, 1 Januari 2026, Api Abadi Mrapen benar-benar padam. Dilaporkan bahwa tidak ada lagi semburan api yang tampak dari titik pusatnya.
Pemeriksaan Dinas ESDM pada 3 Februari 2026
Setelah sebulan padam, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah melakukan pemeriksaan mendalam pada 3 Februari 2026.
Hasilnya, padamnya api bukan semata-mata karena hujan, melainkan adanya sumbatan lumpur pada pipa penyambung gas alam. Sumbatan ini menghalangi aliran gas dari perut bumi menuju permukaan.
Upaya Tindak Lanjut (Sekarang)
Saat ini, dinas terkait tengah berupaya melakukan pembersihan lumpur agar gas bisa kembali mengalir. Sebagai bentuk kompensasi atas kekecewaan pengunjung, pengelola memutuskan untuk menggratiskan tiket masuk (retribusi) selama api belum menyala kembali.
Bukan Kali Pertama Terjadi
Kejadian ini seolah menjadi de javu. Sebab, sejarah mencatat bahwa Api Abadi Mrapen pernah mengalami nasib serupa beberapa tahun silam.
Lebih tepatnya pada September 2020 dimana Api Mrapen pernah padam total. Setelah mati selama enam bulan, api berhasil dinyalakan kembali.
Berdasarkan laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, diketahui bahwa Gubernur Jawa Tengah kala itu, Ganjar Pranowo memimpin proses penyalaan kembali api tersebut pada Selasa (20/4/2021) setelah tim ahli geologi berhasil memperbaiki jalur gasnya.
Mengapa Bisa Padam?
Secara ilmiah, Api Abadi Mrapen adalah fenomena geologi di mana gas alam bocor dari dalam tanah dan tersulut api. Lokasi ini berada di zona stratigrafi lembah Randublatung (zona depresi bertekanan tinggi).
Api bisa padam jika saluran gas tersumbat (oleh lumpur atau pergeseran tanah). Selain itu juga karena cadangan gas di kantong bawah tanah menipis atau habis.
Sejarah dan Mitos Api Abadi Mrapen
Sebagai informasi, masyarakat meyakini api ini muncul dari bekas tancapan tongkat Sunan Kalijaga. Konon, saat itu Sunan Kalijaga sedang mencari sumber air untuk prajuritnya.
Lubang pertama yang ditancapkan justru mengeluarkan api (Mrapen), sedangkan tancapan kedua di lokasi berbeda mengeluarkan air bersih (Sendang Dudo).
Sementara, selama puluhan tahun, api di sana sering kali dijadikan untuk upacara Waisak hingga berbagai event olahraga seperti PON hingga Asian Games 2018.
Mulai Meredup hingga Padam
Jadi kesimpulannya, kronologi Api Abadi Mrapen padam bermula sejak akhir tahun 2025. Kala itu, api meredup dan hingga 1 Januari 2026 akhirnya padam akibat saluran gas yang tersumbat lumpur.
Sementara, kini diketahui bahwa pihak berwenang tengah berupaya untuk perbaikan agar ikon Jawa Tengah tersebut dapat berkobar kembali.***
Agen234
Agen234
Agen234
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita