UAJY Gandeng Kevikepan Yogyakarta Dorong Implementasi Gerakan Paroki Hijau

Gerakan Paroki Hijau digelar UAJY bersama Kevikepan Yogyakarta guna memperkuat pertobatan ekologis dan keterlibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan.

KabarJawa.com – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus diperkuat oleh dunia pendidikan dan gereja di Yogyakarta. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama Kevikepan Yogyakarta Timur dan Kevikepan Yogyakarta Barat menggelar talkshow bertajuk “Gerakan Paroki Hijau: Implementasi Laudato Si’ dan Gerak Sosial Gereja” di Auditorium Kampus III Gedung St. Bonaventura UAJY, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong kesadaran ekologis sekaligus memperluas penerapan ajaran sosial gereja Laudato Si’ di tengah masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh kalangan akademisi, umat paroki, hingga sejumlah rohaniwan. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Romo Ar. Yudono Suwondo, Romo Martinus Joko Lelono, Pr., dan Romo Thomas Ari Wibowo, Pr.

UAJY Tegaskan Komitmen Implementasi Laudato Si’

Kegiatan dibuka melalui sambutan Wakil Rektor III UAJY, Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D., serta Romo Ar. Yudono Suwondo. Dalam kesempatan itu, Yosef menegaskan bahwa gerakan tersebut sejalan dengan langkah strategis UAJY dalam menjalankan ajaran Laudato Si’ yang mulai diterapkan sejak tahun 2022.

Menurut Yosef, keterlibatan kampus dalam isu lingkungan bukan hanya sebatas program institusi, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral dan sosial untuk mendukung gerakan gereja dalam menjaga bumi.

“Kami ingin bersama-sama dengan seluruh Gereja untuk mewujudkan ajaran dari Bapa Suci Fransiskus. Melalui gerakan ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen untuk mewujudkan Laudato Si’,” ujar Yosef.

Melalui keterlibatan mahasiswa, UAJY berharap nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya hidup generasi muda.

Talkshow Hadirkan Tiga Narasumber Bahas Paroki Hijau

Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Drs. P. Kianto Atmodjo, M.Si., Fransisca Supriyani Wulandari, S.Pd., dan Dr. Bernardus Wibowo Suliantoro, M.Hum. Diskusi dipandu oleh moderator Romo Martinus Joko Lelono, Pr.

Dalam forum tersebut, para narasumber membahas konsep paroki hijau sebagai gerakan bersama yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai ajaran sosial gereja. Gerakan ini juga dipandang sebagai bagian dari pertobatan ekologis yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata di lingkungan masyarakat maupun komunitas gereja.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara ingin memperkenalkan konsep paroki hijau kepada masyarakat luas sekaligus mendorong implementasi gerakan secara berkelanjutan di berbagai paroki.

Perubahan Pola Pikir Jadi Tantangan Utama

Romo Martinus Joko Lelono, Pr., menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam penerapan Gerakan Paroki Hijau adalah membangun budaya baru atau mainstreaming di tengah masyarakat. Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi langkah penting agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada wacana semata.

Ia menyoroti persoalan sampah sebagai salah satu isu yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus mengubah pandangan kita terhadap sampah. Jika kita merusak alam hari ini, maka kita sedang merugikan generasi mendatang,” tegas Romo Joko Lelono.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya berkaitan dengan kondisi saat ini, tetapi juga menyangkut masa depan generasi berikutnya.

Generasi Muda Didorong Aktif dalam Pelestarian Lingkungan

Semangat Gerakan Paroki Hijau turut mendapat respons positif dari kalangan muda yang hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satu peserta dari Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung, Angelica Miltagulo, berharap kegiatan edukatif mengenai lingkungan dapat terus digelar secara rutin.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam memperluas gerakan pelestarian lingkungan di masyarakat.

Angelica berharap semakin banyak anak muda yang terdorong untuk ikut berpartisipasi aktif dalam berbagai program yang berkaitan dengan kepedulian ekologis dan pelestarian alam.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, gereja, dan masyarakat, Gerakan Paroki Hijau diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat implementasi ajaran Laudato Si’ dalam kehidupan sehari-hari.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

More From Author

NEXT Hotel Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Medical Check-Up Gratis dalam Perayaan Anniversary ke-4