Yogyakarta, KabarJawa.com – Video AI pernyataan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY). Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan video yang mengatasnamakan Gubernur DIY tersebut.
Video yang beredar menampilkan sosok Sri Sultan Hamengku Buwono X mengenakan kemeja batik berwarna biru. Dalam video itu, Sri Sultan seolah-olah sedang menjalani wawancara dan menyampaikan pernyataan mengenai koin kuno.
Namun, Pemda DIY memastikan video tersebut bukan dokumentasi resmi dan tidak menunjukkan pernyataan yang benar-benar disampaikan oleh Gubernur DIY.
Konten tersebut diduga kuat merupakan hasil manipulasi digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Karena itu, masyarakat diminta lebih cermat sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial.
Pemda DIY mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap konten yang menggunakan nama, wajah, maupun suara Gubernur DIY untuk menyampaikan informasi tertentu.
Terlebih, video tersebut memuat pernyataan yang berkaitan dengan ranah pribadi dan tidak berasal dari kanal komunikasi resmi pemerintah.
“Video yang beredar tersebut bukan merupakan dokumentasi maupun pernyataan resmi Gubernur DIY. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai dan tidak ikut menyebarluaskan konten tersebut,” demikian imbauan Pemda DIY terkait video yang beredar.
Masyarakat yang menemukan unggahan serupa juga diminta melakukan pelaporan melalui fitur yang tersedia di platform media sosial. Langkah tersebut dapat dilakukan untuk membantu mengurangi penyebaran konten yang dinilai menyesatkan.
Dalam video yang beredar, sosok yang menyerupai Sri Sultan HB X terlihat seperti sedang memberikan keterangan dalam sebuah sesi wawancara.
Keterangan yang disampaikan dalam video tersebut dikaitkan dengan koin kuno. Namun, video itu bukan rekaman wawancara resmi Gubernur DIY.
Pemda DIY menegaskan bahwa masyarakat perlu berhati-hati terhadap konten yang tampak meyakinkan secara visual maupun suara. Perkembangan teknologi AI memungkinkan pembuatan video manipulatif yang dapat menampilkan wajah atau suara seseorang seolah-olah sedang menyampaikan pernyataan tertentu.
“Jangan menjadikan tampilan video sebagai satu-satunya dasar untuk mempercayai informasi. Setiap konten yang mengatasnamakan Gubernur DIY perlu diverifikasi melalui sumber resmi,” ujar Pemda DIY dalam imbauannya.
Pemda DIY mengajak masyarakat untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu ketika menemukan video atau informasi yang mengatasnamakan Gubernur DIY maupun Pemerintah Daerah DIY.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membandingkan informasi tersebut dengan pemberitaan dari media kredibel dan kanal resmi pemerintah. Jika tidak ditemukan keterangan serupa dari sumber resmi, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa video tersebut benar.
Kewaspadaan juga diperlukan apabila sebuah video berisi pernyataan sensitif, menyangkut persoalan pribadi, atau mendorong masyarakat untuk mempercayai informasi tertentu tanpa sumber yang jelas.
“Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal positif. Namun, teknologi yang sama juga dapat disalahgunakan untuk membuat konten palsu dan menyebarkan informasi yang menyesatkan,” demikian pesan Pemda DIY.
Hingga saat ini, belum diketahui pihak yang membuat video manipulatif tersebut maupun motif di balik penyebarannya.
Meski demikian, masyarakat diimbau tidak ikut memperluas jangkauan video dengan membagikannya kembali. Setiap penyebaran ulang dapat membuat informasi palsu tersebut semakin banyak dilihat dan dipercaya oleh pengguna media sosial lainnya.
Apabila menemukan video tersebut, masyarakat dapat melaporkannya kepada platform media sosial terkait. Selain itu, pengguna juga disarankan tidak memberikan komentar atau membagikan ulang konten hanya karena ingin ikut membahas isu yang sedang beredar.
Pemda DIY menekankan pentingnya sikap kritis dalam menggunakan media sosial. Masyarakat perlu memastikan sumber informasi, konteks video, serta keasliannya sebelum menyebarkan konten kepada orang lain.
Dengan semakin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, kemampuan untuk membedakan informasi asli dan manipulasi digital menjadi semakin penting. Karena itu, setiap informasi yang mengatasnamakan Sri Sultan HB X maupun Pemda DIY perlu dikonfirmasi melalui kanal resmi dan sumber pemberitaan yang dapat dipercaya.
Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh oleh video yang menampilkan tokoh publik seolah-olah memberikan pernyataan tertentu. Video yang tampak nyata belum tentu merupakan rekaman asli.
Pemda DIY kembali mengingatkan masyarakat agar lebih teliti, cermat, dan bijak dalam bermedia sosial. Sebelum mempercayai atau membagikan sebuah konten, pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.***
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.