KabarJawa.com – Menjelang balapan Moto3 GP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring, persaingan dalam klasemen Rookie of the Year semakin memanas.
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kini menempati peringkat ketiga klasemen sementara pendatang baru dengan raihan 82 poin.
Jumlah tersebut sama dengan yang dikumpulkan Hakim Danish di posisi kedua, sehingga peluang untuk naik peringkat masih sangat terbuka pada seri berikutnya.
Veda yang membela Honda Team Asia juga terus menjaga posisinya di papan atas klasemen umum Moto3 musim 2026.
Dengan performa yang konsisten sepanjang musim, ia berada di kisaran peringkat keenam hingga ketujuh klasemen keseluruhan pembalap dan berpeluang menambah pundi-pundi poin saat balapan berlangsung di Sachsenring.
Klasemen Sementara Rookie of the Year Moto3 Sebelum GP Jerman 2026
Persaingan kategori Rookie of the Year masih dipimpin Brian Uriarte yang tampil impresif sepanjang musim dengan mengoleksi 102 poin.
Sementara itu, perebutan posisi kedua berlangsung sangat ketat. Hakim Danish dan Veda Ega Pratama sama-sama mengumpulkan 82 poin, tetapi Hakim Danish masih berada satu tingkat di atas pembalap Indonesia tersebut.
Berikut klasemen sementara Rookie of the Year Moto3 sebelum GP Jerman 2026:
- Brian Uriarte – 102 poin
- Hakim Danish – 82 poin
- Veda Ega Pratama – 82 poin
Selisih poin yang sangat tipis membuat hasil GP Jerman berpotensi mengubah susunan klasemen pendatang baru secara signifikan.
Veda Ega Berpeluang Naik Peringkat di Sachsenring
Balapan di Sirkuit Sachsenring menjadi kesempatan penting bagi Veda Ega Pratama untuk memperbaiki posisinya dalam klasemen Rookie of the Year.
Dengan koleksi poin yang identik dengan Hakim Danish, tambahan poin maksimal akan membuka peluang bagi pembalap Honda Team Asia tersebut untuk naik ke peringkat kedua.
Selain bersaing di klasemen rookie, hasil positif di Jerman juga akan membantu Veda memperkuat posisinya di klasemen umum Moto3 2026 yang saat ini berada di kisaran peringkat keenam hingga ketujuh.
Persaingan diperkirakan berlangsung sengit karena setiap poin memiliki arti penting menjelang paruh kedua musim.
Honda Team Asia Dituntut Maksimalkan Persiapan
Untuk meraih hasil terbaik di Sachsenring, Veda bersama tim mekanik Honda Team Asia dituntut melakukan persiapan secara maksimal sejak sesi latihan.
Karakter Sirkuit Sachsenring yang menuntut konsistensi dan pengaturan motor yang tepat membuat setiap sesi latihan menjadi sangat penting dalam menentukan performa saat balapan.
Dengan kerja sama yang solid antara pembalap dan tim, Veda diperkirakan memiliki peluang untuk bangkit di GP Jerman 2026 sekaligus memperketat persaingan dalam klasemen Rookie of the Year Moto3.***
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.